Postingan

Menampilkan postingan dengan label Relief

Kisah Panji di Candi Penataran

Gambar
Pernahkah kalian merasakan sakit rindu? Seperti sakit rindu yang dialami oleh Dewi Sekartaji di relief Candi Penataran.  Seorang gadis berambut panjang tergerai berbaring di dipan. Para inang menemaninya. Perempuan muda itu terlihat sedang sakit. Sakit rindu akibat terlalu lama berpisah dengan kekasihnya. . Adegan berlanjut memperlihatkan seorang lelaki bertopi tekes, yang sering dikenali sebagai Panji, tengah duduk di bawah pohon memegang gulungan surat. Di depannya menanti seekor burung berjambul dan berparuh bengkok. Bentuknya mirip burung kakak tua berjambul.  Burung itu kemudian terbang jauh melewati perairan yang luas. Paruhnya menggigit surat milik Panji hingga akhirnya berhasil tiba di hadapan perempuan yang tengah sakit rindu itu. Melihat si burung, perempuan itu bangkit dengan gembira. Dia terima surat dari sang kekasih yang berada jauh darinya dengan penuh suka cita. Tidak lama kemudian merekapun bertemu dan bermain musik bersama.  Sete...

Harta Pusaka Indonesia di Thailand

Gambar
  Arca Ganesha dari Singasari (@ninichbrln) Raja Chulalongkorn pada abad ke-19 mengunjungi Indonesia sebanyak tiga kali, masing-masing pada tahun 1871, 1896, dan 1901. Pada setiap kunjungannya, Raja Chulalongkorn membawa berbagai macam kain Batik dan artefak yang berupa arca dan relief Candi. Artefak-artefak tersebut berjumlah 8 gerobak yang merupakan hadiah untuk sang Raja. Artefak tersebut diambil dari beberapa Candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti candi Borobudur, Prambanan, Singasari, dll. Artefak-artefak tersebut saat ini tersimpan di Museum Nasional Bangkok, Grand Palace dan Wat Phra Keaw.  Arca Ganesha diaptit oleh sepasang Ganesha yang lebih kecil, IG: @taonews Arca Ganesha yang berasal dari kerajaan Singasari, Malang, Jawa Timur. Seperti halnya dengan arca era Singasari, arca ini sangat halus dan memiliki seni ukir yang sangat indah dan detail. Arca ini menggunakan perhiasan dan pakaian seperti arca Ganesha Singasari lainnya di Jawa Timur.  ...

Garudeya dan Sejarah Bangsa Indonesia

Gambar
Pada bagian kaki Candi Kidal terpahatkan 3 buah relief indah yang menggambarkan cerita legenda Garudeya (Garuda) yaitu kisah sang Garuda membebaskan ibunya dari perbudakan. Candi Kidal dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Anusapati. Candi ini dibangun agar Sang Raja mendapat kemuliaan sebagai Syiwa. Candi Kidal dibangun pada 1248 M, setelah upacara pemakaman 'Cradha' untuk Anusapati. Relief Garudeya pada tubuh candi Kidal diperkirakan sebagai amanat dari Raja Anusapati. Amanat ini muncul karena keinginan besar Anusapati untuk meruwat ibunya, Kendedes. Kisah Garudeya tertuang dalam tiga panil yang terpahat pada kaki candi. Ketiga panil Garudeya tersebut dipahat pada pilaster (tiang semu) bagian tengah batur candi Kidal. tepat pada sisi Selatan, Timur dan Utara.   Relief pertama, Garuda tengah melayani 3 ekor ular naga (laurentiadewi.com) Kisah Garudeya secara singkat adalah dimulai dari kisah persaingan antara kedua istri resi Kasyapa yan...

Indahnya Relief Dewata di Candi Plaosan

Gambar
Candi Plaosan tidak hanya menyimpan kisah romatisme antara Raja Rakai Pikatan dan Ratu Pramodawardhani. Relief-relief Candi Plaosan menggambarkan berbagai macam Dewata dan apsara (bidadari) yang sangat indah dan anggun.  Para Dewata menggunakan pakaian dan perhiasan yang sangat raya. Pakaian dan perhiasan yang biasa digunakan oleh bangsawan kerajaan Mataram Kuno seperti gelang, kalung, anting, klat bahu, mahkota dll.  Selain itu, para Dewata tengah memegang dua bunga yaitu bunga Teratai dan bunga Wijaya kesuma (?).  Konon Dewata dan Apsara ini merupakan perwujudan dari Raja Rakai Pikatan dan permaisurinya Ratu Pramodawardhani. Candi Plaosan sendiri merupakan Candi Budha yang dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan yang beragama Hindu. Candi ini dibangun oleh sang Raja untuk permaisuri tercintanya yaitu Ratu Pramodawardhani yang beragama Budha. Candi Plaosan memiliki perpaduan arsitektur Hindu dan Budha. ----- Sumber: Foto - IG: @ erwindeje ...

Relief Kuda dan Gajah Terbang di Candi Borobudur

Gambar
(Foto IG: @yuliasujarwo) Relief diatas sangat menarik sekali bukan? Apakah kuda itu merupakan kuda unicorn? Apakah dua obyek diatas kuda dan gajah itu merupakan UFO? Jawabannya adalah bukan!  Relief diatas menggambarkan seekor Kuda dan Gajah terbang. Di sekitar kedua hewan tersebut terdapat awan dan sang gajah terlihat tengah mengenakan mahkota yang sangat indah yang biasanya digunakan oleh bangsawan Mataram Kuno. Dibagian atas relief terdapat permata dan cakra yang bertengger diatas padma (teratai) yang terbang. Potongan relief di atas adalah bagian dari relief yang menggambarkan 7 permata berharga dari Raja penguasa dunia (chakravartin) yaitu: kuda terbang (aśvaratna), gajah terbang (hastiratna), permata pengabul keinginan (maṇiratna), roada emas (cakraratna), Ratu (strīratna), menteri (puruṣaratna/pariṇāyakaratna) dan jendral (khaḍgaratna/senāpatiratna). Relief indah diatas terpahat di dinding Candi Borobudur yang merupakan mahakarya nenek moyang bangsa Indonesia. C...